Zulfikar
itulah namaku orang biasa memanggilku seperti itu hobbyku bernyanyi sambil
bermain musik.
Malam
itu aku sedang sendiri tanpa ada yang menemani, lalu ibuku datang ke kamarku
dan berbicara padaku “janganlah begadang kalau tiada artinya”. Tapi saya tidak
menghiraukannya karena saya tidak bisa tidur malam itu. Akhirnya sayapun pergi
keluar rumah untuk melihat-lihat suasana, namun saya terhenti sejenak pada saat
saat saya melihat sekumpulan darah muda yang sedang asyik bermain judi, pada
saat saya sedang melihat mereka dengan asyiknya bermain judi saya langsung
mengingatkan mereka bahwa sesungguhnya judi itu merusak kehidupan, namun mereka
tak menghiraukannya dan langsung melanjutkan permainan mereka.
Setelah
lelah berjalan-jalan pada malam hari saya langsung pulang ke rumah dan tidur.
Pada pagi hari sekitar pukul 04.00 pagi saya dibangunkan ibu untuk menunaikan
sholat shubuh. Seusai menunaikan sholat shubuh saya keluar dan berolahraga salah
satunya lari pagi, lari pagi tidak hanya membuat tubuh saya sehat tetapi saya
juga dapat menghirup udara yang segar di pagi hari dan menikmati pemandangan
sekitar, saya biasanya lari pagi bersama dua
temanku yang bernama Ridho dan Rhoma, mereka teman terbaik yang kumiliki.
Setelah
asyik lari pagi, sayapun pulang ke rumah sekitar pukul 06.30 pagi. Sesampainya
saya di rumah saya langung makan, namun sebelum makan saya selalu cuci tangan
dan berdo’a. seusai makan saya bersantai-santai terlebih dahulu sambil bermain
gitar tua yang saya miliki selama Sembilan tahun lebih. Selain gitar saya juga
memiliki satu buah piano, jika sedang bernyanyi saya selalu mengiringinya
dengan piano.
Saya
ingin sekali mempunyai seorang istri yang baik dan mau menerima segala
kekuranganku karena telah sekian lama aku menjadi seorang bujangan, dan
akhirnya setelah lama aku fikir-fikir lebih baik aku pergi merantau atau
berkelana saja untuk mencari uang dan yang pasti juga mencari istri yang
sholehah. Saya berkelana hingga tiga kali, di perkelanaanku yang pertama saya
pergi ke pulau Nusa Tenggara Timur tepatnya di kota Flores. Disana saya mulai
bekerja, namun saya tidak bekerja dengan barang saya sendiri tapi saya bekerja
di tokoh orang lain, tapi saya tetap melakukannya dengan sunggu-sungguh
walaupun upahnya tidak seberapa. Tapi sayang juga di perkelanaanku yang pertama
ini saya belum bisa mndapatkan jodoh, tapi saya tidak berputus asa saya terus
mencari cinta sejati saya.
Setelah
satu tahun setengah saya bekerja di NTT sayapun berkelana lagi. Di
perkelanaanku yang kedua ini saya pergi ke pulau Sumatra tepatnya di kota
Palembang, di kota Palembang ini saya mulai membuka usaha saya dengan
menggunakan modal yang saya miliki dari penghasilan pekerjaanku di kota
Flores-NTT. Di Palembang saya bekerja sebagai pedagang dengan berdagang sepatu,
sandal dan barang yang lainnya. Namun di kota ini saya masih belum juga
mendapatkan seorang jodoh, tapi saya tidak akan menyerah begitu saja walaupun
ke ujung dunia pasti akan saya cari.
Setelah sekitar dua tahun saya bekerja di Palembang akhirnya saya
berkelana lagi yaitu ke pulau Kalimantan tepatnya di kota Samarinda. Di kota
Samarinda saya melanjutkan usaha saya yaitu berdagang, namun di kota ini
perdagangan saya semakin lancer dan sukses, sehingga saya semakin memiliki
banyak uang, dan uang itu saya tabung untuk modal menikah saya. Dan akhirnya
setelah sekian lama aku berdo’a akupun bertemu dengan seorang wanita yang
sangat baik, kami berkenalan di jalan pada saat saya menabrak wanita tersebut,
beruntung wanita tersebut tidak terluka parah dan diapun memaafkan saya,
kamipun berkenalan saya berkata kepada dia “maaf, saya telah menabrak anda,
perkenalkan nama saya Zulfikar, nama anda siapa ?”, wanita itupun menjawab “iya
tidak apa-apa, nama saya adalah Azza”, semakin lama semakin lama kamipun
semakin akrab, dan setelah sekian lama aku bujangan dan menunggu seorang jodoh
akhirnya diapun bersedia menjadi istriku. Karena saya ingin mendapat restu dari
ibu saya, sayapun pulang kampung ke rumah ibu saya untuk meminta restu, dan
kamipun direstui untuk menikah. Dan akhirnya saya melangsungkan pernikahan
dengan Azza dengan menggunakan modal saya sendiri hasil dari tabungan saya
bekerja. Dan setelah menikah kamipun hidup bahagia bersama selamanya.
Cerpen
terinspirasi dari judul lagu Bang H. Rhoma irama
lumyan..........
BalasHapus